Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Lactacyd Baby Ceriakan Si Kecil

Being a new mom is a real adventure for me..

Setelah Radit (anak pertama saya) lahir, barulah saya benar-benar menyadari bahwa pelajaran menjadi Ibu itu sangatlah eksklusif. Ibarat kata, ilmu menjadi Ibu itu priceless, sesuatu yang tidak mungkin didapatkan di bangku sekolah manapun.

Bagi seorang wanita yang awam seperti saya, hari-hari pertama melakoni peran sebagai ibu adalah saat-saat yang boleh dikata amat sangat berat. Saat masih hamil dulu, sering saya dilanda rasa khawatir akan ketidaksiapan dan ketidakmampuan saya mengurus bayi.

Ketidakmampuan tersebut bukan tanpa alasan, lantaran saya memang tidak pernah punya satupun pengalaman mengurus bayi. Dulu, saat kedua adik saya lahir, saya masih sangat kecil dan belum pernah merasakan merawat mereka saat masih bayi. Jadi, jangankan mengurus bayi, menggendong pun saya tidak tau.

Tapi, satu hal yang perlu kita sama-sama ingat, menjadi ibu adalah bukan masalah siap atau tidak siap, bisa atau tidak bisa. Ketika anak telah lahir, seorang i…

The Story of Ngejar-ngejar Si "TAOL"

Satu kicauan Ika Natassa di akun twitter @IkaNatassa beberapa bulan lalu adalah titik awalnya. Penulis novel favorit saya ini sukses bikin saya heboh sendiri di rumah. Gimana nggak? Dari cuitannya itu, saya tau kalo Ika Natassa akan datang ke Makassar untuk meluncurkan novel terbarunya yang udah lebih dulu heboh karena alur ceritanya dibikinin TwitPoll bekerja sama dengan pihak Twitter Indonesia, "The Architecture of Love", setelah sebelumnya sukses dengan 7 judul buku yang sukses di pasaran: Underground, A Very Yuppy Wedding, Divortiare, Twivortiare, Twivortiare 2, Antologi Rasa, dan Critical Eleven.



Sounds good for me.. Di twitternya, Ika Natassa juga menginfokan bahwa di acara launching bukunya tersebut, akan ada penjualan 150 1st edition khusus MIWF 2016 (Makassar Indonesian Writers Festival, ajang bertemunya para penulis lokal Indonesia di Kota Makassar) untuk 150 orang pertama yang hadir. Gimana nggak menggiurkan? Ika Natassa launching buku di Makassar, kota kelahiran s…

That Skyscraper

Orang selalu bilang "Kejar cita-citamu sejauh mungkin.."

Saya bingung.. Saat ini saya ada di titik yg banyak orang bilang bahwa ini pencapaian yg luar biasa untuk seseorang yang hidupnya ngalir aja kayak saya..  Dalam menjalani hidup ini,saya terlalu santai. Santai mengikuti arus ke mana Tuhan membawa saya, layaknya karakter "The Sims" yang bisa diletakkan di mana aja dan diberi tugas apa aja. Semua saya jalani sesuka hati, memainkan peran sesuai skenario yang Tuhan kasih. Jadi, mungkin agak mengherankan bila saya bisa sekolah sampai sarjana, kemudian kerja sebagai field geologist di tambang nikel site Morowali-Sulawesi Tengah, hijrah kerja ke Jakarta, ketemu jodoh, menikah, punya suami ajaib, punya mertua baik, punya anak lucu..
Ehm.. Tapi, kenyataannya memang begitu lho.. Kita hidup dengan peran kita masing-masing. Setiap peran punya tanggung jawabnya sendiri.
Dalam tanggung jawab, ada cita-cita. Saat masih duduk di bangku SMA dulu, sering sekali saya dilanda ra…